Rutinan Jumat Legi, Yayasan Mazro’atul Akhiroh Doakan Mbah Jiman dengan Khotaman Al-Qur’an dan Manaqiban secara Guyup




Guna mengenang jasa almarhum Mbah Jiman sebagai salah satu pendiri Yayasan Mazro’atul Akhiroh Pucangtelu. Maka rutinan Manaqiban Jumat Legi kali ini, secara khusus didedikasikan untuk mendoakan almarhum bertepatan dengan peringatan 40 hari wafatnya beliau.

Kegiatan tersebut, dilaksanakan pada Jumat, 09 Januari 2026, bertempat di Halaman gedung TPQ Pagi Yayasan Mazro’atul Akhiroh Pucangtelu. Rutinan Jumat Legi kali ini terasa lebih istimewa karena rangkaian acara telah dimulai sejak pagi hari dengan Khotaman Al-Qur’an 30 Juz, yang kemudian dilanjutkan pada malam harinya dengan pembacaan Manaqib Syekh Abdul Qadir Al-Jailani.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh pengurus Yayasan Mazro’atul Akhiroh Pucangtelu dan diikuti oleh seluruh santri pasca, wali santri, pengurus yayasan, serta masyarakat umum. Sejak pagi hari, para pengurus telah berkumpul untuk melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an secara berurutan hingga khatam 30 juz dalam satu hari dan satu majlis. Seluruh pahala bacaan Al-Qur’an tersebut diniatkan khusus untuk almarhum Mbah Jiman, sebagai bentuk doa, bakti, dan penghormatan dari keluarga besar yayasan dan masyarakat Desa Pucangtelu.

Memasuki malam hari, selepas sholat Maghrib berjamaah, acara dilanjutkan dengan pembacaan Manaqib Syekh Abdul Qadir Al-Jailani. Suasana khidmat dan penuh kekhusyukan menyelimuti jalannya kegiatan. Pembacaan manaqib tidak hanya menjadi rutinitas spiritual semata, tetapi juga menjadi sarana refleksi untuk meneladani akhlak, keilmuan, serta perjuangan para ulama dalam menegakkan nilai-nilai Islam.

Peringatan 40 hari wafatnya almarhum Mbah Jiman dipandang penting untuk dilaksanakan di lingkungan yayasan dalam rangka untuk mengenang jasa beliau dan sebagai wujud rasa terima kasih atas jasa dan kepedulian beliau terhadap dunia pendidikan. Almarhum dikenal sebagai sosok yang bersahaja, istiqamah, dan memiliki dedikasi besar dalam mendukung kegiatan keagamaan serta pendidikan, khususnya di Yayasan Mazro’atul Akhiroh Pucangtelu.

Pada hakikatnya, rutinan Manaqiban Jumat Legi merupakan majelis yang dimotori oleh pengurus yayasan sebagai wadah silaturahmi antara keluarga besar yayasan dan masyarakat. Selain itu, kegiatan ini menjadi media untuk mendoakan para ahli kubur, sesepuh, dan leluhur se-Desa Pucangtelu, sekaligus wasilah memohon keberkahan ilmu bagi para santri agar ilmu yang dipelajari menjadi ilmu yang bermanfaat dan membawa kebaikan.

Kegiatan ini menjadi saksi berpadu-padannya tradisi keagamaan, kekuatan doa, dan kebersamaan masyarakat, serta menegaskan komitmen Yayasan Mazro’atul Akhiroh Pucangtelu dalam menjaga tradisi Islam Ahlussunnah wal Jama’ah dan menghormati jasa para pendahulu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belajar dari Praktisi, Ikhtiar Pengurus Yayasan Mazroatul Akhiroh Bangun Usaha Peternakan Menuju Pesantren Mandiri

Kyai Muayyad Hadiri Acara Khotaman dan Intihan LPD Guru Upgrade Angkatan ke-01 Koorcam Kalitengah

Rapat Pengurus Persiapan Kegiatan MMQ Kecamatan Kalitengah serta Haul Akbar dan Khotaman–Imtihan Santri TPQ