Belajar dari Praktisi, Ikhtiar Pengurus Yayasan Mazroatul Akhiroh Bangun Usaha Peternakan Menuju Pesantren Mandiri
Upaya mewujudkan pesantren yang mandiri secara ekonomi. upaya yang dilakukan oleh pengurus Yayasan Mazroatul Akhiroh Pucangtelu maka salah satu ikhtiar nyata yang dilakukan adalah dengan mengembangkan unit usaha berbasis agribisnis, khususnya di bidang peternakan kambing. Sebagai langkah awal, yayasan melaksanakan kegiatan studi tiru dengan belajar langsung dari praktisi peternakan yang telah berpengalaman.
Kegiatan studi tiru tersebut dilaksanakan di Desa Takerharjo, tepatnya di peternakan kambing milik Bapak Mahsun, seorang pelaku peternakan yang telah lama menekuni usaha ternak kambing secara mandiri dan berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, pengurus yayasan berharap dapat memperoleh gambaran nyata tentang pengelolaan peternakan yang efektif, efisien, dan bernilai ekonomis.
Dalam kunjungan tersebut, peserta studi tiru mempelajari berbagai aspek penting dalam dunia peternakan kambing. Salah satunya adalah manajemen kandang, mulai dari desain bangunan kandang yang representatif, sirkulasi udara yang baik, hingga kebersihan kandang sebagai faktor utama dalam menjaga kesehatan ternak dan meminimalisir risiko penyakit.
Selain itu, perhatian juga diberikan pada teknik pengolahan pakan ternak. Peserta mendapatkan pemahaman tentang pembuatan pakan fermentasi dan silase sebagai solusi untuk menjaga ketersediaan pakan, terutama saat musim kemarau. Dengan teknik ini, peternakan dapat berjalan lebih efisien tanpa harus bergantung pada pencarian rumput setiap hari.
Aspek penting lainnya yang dipelajari adalah pemilihan bibit unggul, baik indukan maupun pejantan. Pemilihan bibit yang tepat menjadi kunci utama dalam menghasilkan ternak yang sehat, cepat berkembang, dan memiliki nilai jual yang tinggi. Hal ini sangat berpengaruh terhadap keberlanjutan usaha peternakan dalam jangka panjang.
Tidak kalah penting, peserta juga mempelajari pemanfaatan limbah ternak. Kotoran kambing yang selama ini dianggap sebagai limbah, ternyata memiliki nilai ekonomi jika diolah dengan baik menjadi pupuk organik. Pupuk tersebut dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pertanian pesantren maupun dijual sebagai produk tambahan yang bernilai ekonomis.
Sebagai penutup pembelajaran, peserta diajak untuk memahami analisis bisnis peternakan, mulai dari perhitungan biaya operasional, perawatan ternak, hingga potensi keuntungan yang bisa diperoleh, khususnya pada momen strategis seperti penjualan hewan kurban saat Idul Adha.
Melalui kegiatan belajar langsung dari praktisi ini, Yayasan Mazroatul Akhiroh Pucangtelu berharap dapat menumbuhkan semangat kewirausahaan di lingkungan pesantren. Lebih dari sekadar unit usaha, peternakan kambing ini diharapkan menjadi sarana edukasi bagi santri agar memiliki keterampilan praktis, kemandirian ekonomi, serta kesiapan menghadapi kehidupan di tengah masyarakat setelah lulus nanti. Ikhtiar ini menjadi bagian dari langkah panjang menuju terwujudnya pesantren yang mandiri, produktif, dan berdaya saing.





Komentar
Posting Komentar