Menjaga Amanah Wali Santri, Yayasan Mazroatul Akhiroh Pucangtelu Terus Berinovasi Meningkatkan Kualitas Santri

Sebagai bentuk ikhtiar dalam menjaga amanah dan kepercayaan masyarakat serta wali santri yang telah menitipkan putra-putrinya untuk belajar di Yayasan Mazroatul Akhiroh Pucangtelu, pihak pengelola yayasan terus melakukan langkah-langkah inovatif dan berkelanjutan. Upaya ini dilakukan sebagai wujud kesungguhan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan pembinaan karakter santri.

Alhamdulillah, proses evaluasi pembelajaran dilaksanakan secara rutin melalui forum formal maupun nonformal. Forum nonformal biasanya dilakukan setelah kegiatan belajar mengajar (KBM) selesai. Dalam forum ini, pengelola yayasan secara langsung mengamati dan mencermati jalannya proses pembelajaran di kelas. Apabila ditemukan kekurangan atau hal-hal yang perlu diperbaiki, maka setelah KBM selesai guru yang bersangkutan akan diajak berdiskusi untuk mencari solusi dan perbaikan bersama.

Selain itu, evaluasi juga dilakukan melalui forum formal yang dilaksanakan setiap hari Sabtu, bertepatan dengan kegiatan Majlis Mu’allimil Qur’an (MMQ) lembaga. Forum MMQ ini menjadi momentum penting yang secara konsisten dimanfaatkan sebagai sarana evaluasi pembelajaran sekaligus evaluasi pengelolaan yayasan secara menyeluruh. Termasuk kegiatan MMQ yang dilaksanakan pada minggu kedua bulan Januari 2026 ini.

Evaluasi pembelajaran diawali dengan penyerapan materi oleh masing-masing santri secara individu, kemudian dilanjutkan dengan evaluasi proses pembelajaran di setiap kelas. Tidak hanya berfokus pada aspek akademik semata, evaluasi juga mencakup sejauh mana santri mampu menerapkan kebiasaan berperilaku akhlaqul karimah dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam bersosialisasi dengan sesama teman maupun dalam berinteraksi dengan para guru.



Selain itu, perhatian khusus juga diberikan pada etika santri dalam bersikap dan berperilaku, termasuk adab dalam memperlakukan kitab-kitab pelajaran dan Al-Qur’an. Seluruhnya memiliki tata krama yang harus dijaga dan diamalkan. Baik etika dalam hidup, dalam berperilaku, maupun dalam memperlakukan sesama makhluk, semuanya menjadi bagian penting dari proses pendidikan yang utuh, menyeluruh, dan berkelanjutan.

Kepercayaan adalah amanah yang berat. Kepercayaan biasanya hanya datang sekali. Ketika kepercayaan itu tidak dijaga dan dimanfaatkan dengan baik, maka jangan berharap kepercayaan tersebut akan datang untuk kedua kalinya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belajar dari Praktisi, Ikhtiar Pengurus Yayasan Mazroatul Akhiroh Bangun Usaha Peternakan Menuju Pesantren Mandiri

Kyai Muayyad Hadiri Acara Khotaman dan Intihan LPD Guru Upgrade Angkatan ke-01 Koorcam Kalitengah

Rapat Pengurus Persiapan Kegiatan MMQ Kecamatan Kalitengah serta Haul Akbar dan Khotaman–Imtihan Santri TPQ