Ingat...Program TPQ Pagi merupakan Ikhtiar Mencetak Generasi Qur’ani Sejak Usia Din


Program TPQ Pagi merupakan salah satu ikhtiar serius TPQ Mazroatul Akhiroh Pucangtelu dalam mencetak generasi Qur’ani sejak usia dini. Perlu ditegaskan kembali bahwa istilah TPQ Pagi tidak semata-mata merujuk pada waktu pelaksanaan pembelajaran di pagi hari. Lebih dari itu, istilah tersebut digunakan untuk menandai sebuah program khusus yang diperuntukkan bagi anak-anak usia belia.

Program TPQ Pagi dirancang khusus bagi anak-anak dengan rentang usia mulai 3 tahun 11 bulan hingga maksimal 5 tahun, dengan target utama mampu khatam Al-Qur’an sesuai dengan ketentuan dan standar program yang telah ditetapkan. Pada rentang usia tersebut, anak-anak dinilai memiliki daya serap dan produktivitas belajar yang lebih optimal, terutama pada waktu pagi hari.

Secara psikologis dan fisik, pagi hari merupakan waktu terbaik bagi anak untuk menerima pembelajaran. Pada siang hari, anak-anak umumnya membutuhkan waktu untuk tidur dan beristirahat, sehingga konsentrasi belajar menjadi berkurang. Atas dasar pertimbangan inilah, waktu-waktu belajar yang paling produktif dimaksimalkan dan kemudian dikenal sebagai Program TPQ Pagi.

Pelaksanaan kegiatan TPQ Pagi dibagi ke dalam dua sesi waktu, yaitu pada pagi hari pukul 06.30–08.15 WIB dan sore hari pukul 15.30–16.45 WIB. Penentuan jadwal tersebut diasumsikan sebagai waktu di mana anak-anak berada dalam kondisi sehat, segar, dan berada pada suasana belajar yang nyaman, sehingga proses pembelajaran Al-Qur’an dapat berlangsung secara optimal dan menyenangkan.

Tujuan utama dari program ini adalah mempersiapkan anak-anak agar pada usia 5 tahun telah memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik dan lancar dalam tahapan Program Pra PTPT. Dengan model pendidikan seperti ini, diharapkan ketika anak melanjutkan ke jenjang Program PTPT di usia yang masih sangat belia, mereka akan lebih mudah dibina, dilatih, dan diarahkan menjadi generasi penghafal Al-Qur’an sejak dini.

Ikhtiar dalam Program TPQ Pagi diwujudkan secara maksimal agar perencanaan yang telah disusun dapat berjalan selaras dengan praktik di lapangan. Kesungguhan para pendidik, penerapan metode yang tepat, serta pendampingan yang berkelanjutan menjadi kunci utama dalam menunjang keberhasilan program ini.


Ustadzah Maria Ulfah selaku pengampu Program TPQ Pagi menyampaikan sikap optimistis dan khusnudzon terhadap keberhasilan program tersebut. Ia menuturkan bahwa seluruh proses pembelajaran senantiasa mendapatkan bimbingan dari para guru Metode Qiraati, baik di tingkat koordinator kecamatan Kalitengah maupun koordinator cabang Lamongan.

“Insya Allah, dalam waktu dekat pada periode tahun ini, dari 12 santri Program TPQ Pagi terdapat sekitar 5 anak yang siap untuk diikutkan IMAS. Hal ini menunjukkan bahwa perkembangan yang dicapai dalam beberapa bulan terakhir sesuai dengan harapan dan terasa dimudahkan oleh Allah SWT,” ungkapnya.

Dengan penuh harap, pihak pengelola dan para pendidik memohon doa agar Program TPQ Pagi dapat terus berjalan dengan lancar tanpa hambatan, serta mampu melahirkan generasi Qur’ani yang kuat, berakhlak, dan cinta Al-Qur’an sejak usia dini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belajar dari Praktisi, Ikhtiar Pengurus Yayasan Mazroatul Akhiroh Bangun Usaha Peternakan Menuju Pesantren Mandiri

Kyai Muayyad Hadiri Acara Khotaman dan Intihan LPD Guru Upgrade Angkatan ke-01 Koorcam Kalitengah

Rapat Pengurus Persiapan Kegiatan MMQ Kecamatan Kalitengah serta Haul Akbar dan Khotaman–Imtihan Santri TPQ