Diskusi Bersama Alumni sahabat Mahfidz alumni IM Japan di Desa Kranji Paciran
Alhamdulillah. Sore ini bisa silaturahmi dan diskusi bersama Bapak Mahfudz, warga Desa Kranji, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan. Beliau merupakan alumni program IM Japan yang telah menempuh magang kerja di Negara Jepang selama kurang lebih lima tahun.
Selama berada di Jepang, Bapak Mahfudz menekuni bidang pengelasan (ilmu las) di salah satu perusahaan ternama di Negeri Sakura. Pengalaman kerja tersebut tidak hanya membekali beliau dengan keterampilan teknis, tetapi juga wawasan luas mengenai etos kerja, kedisiplinan, serta budaya profesional masyarakat Jepang.
Usai menyelesaikan masa magang, Bapak Mahfudz kini telah kembali ke tanah air dan menetap di Desa Kranji. Kunjungan silaturahmi ini sekaligus menjadi momen kebahagiaan karena bertepatan dengan kelahiran putra keduanya. Suasana pertemuan berlangsung hangat, penuh keakraban, dan sarat dengan obrolan yang inspiratif.
Dalam diskusi yang berlangsung cukup panjang, beliau banyak berbagi pengalaman selama tinggal di Jepang. Mulai dari pola hidup masyarakat, karakter warga Jepang yang disiplin dan bertanggung jawab, kebiasaan sehari-hari, tradisi dan budaya, hingga sistem pendidikan yang menanamkan nilai kemandirian sejak dini. Berbagai cerita tersebut membuka wawasan baru dan menjadi bahan refleksi bersama.
Harapan dari kegiatan ini adalah agar pengalaman positif yang diperoleh selama di luar negeri dapat dijadikan sumber referensi dan inspirasi untuk diterapkan dalam proses pendidikan, khususnya bagi santri-santri Yayasan Mazroatul Akhiroh Pucangtelu. Meski tidak semua dapat diterapkan secara utuh, setidaknya satu atau dua nilai penting dapat diambil sebagai pelajaran berharga, seperti kedisiplinan, etos kerja, dan semangat belajar yang tinggi.
Kegiatan diskusi ini diharapkan dapat terus berlanjut dengan menghadirkan tokoh-tokoh inspiratif lainnya, sehingga mampu memperkaya wawasan santri dan memberikan gambaran nyata tentang pentingnya pengalaman, ilmu, dan karakter dalam menghadapi tantangan masa depan.

Komentar
Posting Komentar